Perbedaan UVA UVB dan Bahayanya Bagi Kulit
Sinar matahari mengandung radiasi ultraviolet (UV), yang terdiri dari berbagai jenis sinar. Jenis sinar yang paling dikenali adalah UVA dan UVB. Kamu pastinya sering mendengar efek sinar UVA dan UVB bagi kulit. Selain bisa sebabkan kanker, sinar UVA dan UVB juga dapat meningkatkan hiperpigmentasi kulit. Namun, tahukah kamu apa perbedaan dari keduanya? Yuk, simak penjelasan lengkap dari Jovee berikut!
Mengenal sinar ultraviolet
Radiasi UV adalah bentuk energi elektromagnetik yang berasal dari sumber alami maupun buatan. Sumber alami berasal dari sinar matahari, sedangkan sumber buatan bisa berasal dari laser, lampu hitam, dan tanning.
Hingga saat ini, matahari merupakan sumber radiasi UV yang paling signifikan. Sinar UV diklasifikasikan menurut panjang gelombang. Gelombang terpanjang (UVA), gelombang sedang (UVB), dan gelombang terpendek (UVC). Masing-masing dari sinar UV ini sangat berdampak pada kulit, lho.
Dalam jangka pendek, sinar UV menyebabkan sunburn dan kemerahan. Sedangkan, efek jangka panjang lebih bervariasi. Mulai dari penuaan dini hingga kanker, sinar UV jenis apa pun bisa merusak kulitmu.
Perbedaan sinar UVA dan UVB
Keduanya dapat menyebabkan kerusakan pada kulit, namun demikian UVB dapat menyebabkan kerusakan dalam jangka waktu pendek, dan UVA lebih mungkin menyebabkan kerusakan dalam jangka waktu yang lama.
Dilansir dari University of IOWA Hospitals & Clinics, diketahui ada sekitar 500 kali lebih banyak sinar UVA daripada sinar UVB dalam sinar matahari. Oleh karena itu, penting untuk melindungi kulit dari kedua sinar UV ini.
Berikut ini daftar perbedaan sinar UVA dan UVB, yang dilansir dari Healthline.
UVA
• Meski punya gelombang yang lebih panjang, UVA memiliki energi yang paling kecil dari semua jenis radiasi UV
• Dapat menembus kulit lebih dalam dibandingkan sinar UVB
• Menyebabkan kerusakan tidak langsung pada DNA
• Tidak seperti sinar UVB, sinar UVA tidak diserap oleh lapisan ozon
• Memicu penuaan dini, seperti memunculkan kerutan dan garis halus
• Sekitar 95 persen sinar UV yang mencapai bumi adalah sinar UVA
• Efek samping sinar UVA cenderung lebih cepat muncul, seperti kemerahan dan sunburn
• Sinar UVA adalah jenis cahaya utama yang digunakan pada prosedur tanning kulit
• Sinar UVA dapat menembus kaca jendela
UVB
• Sinar UVB memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dan tingkat energi yang lebih tinggi dibanding sinar UVA
• Sinar UVB dapat merusak lapisan terluar kulit
• Merupakan penyebab sebagian besar kanker kulit, karena sinar UVB secara langsung merusak DNA
• Sebagian sinar UVB diserap lapisan ozon, sehingga sinar UVB yang mencapai bumi hanya sekitar 5 persen dari sinar UV yang ada
• Paparan sinar UVB yang berlebihan akan menyebabkan kulit terbakar (sunburn)
• Efek samping yang muncul dari paparan sinar UVB tidak muncul secara langsung
• Sinar UVB tidak dapat menembus kaca jendela, dan cenderung disaring oleh awan
Meski berikan banyak bahaya bagi kulit, kedua sinar UV ini juga punya manfaat bagi tubuh lho, Jovians. Sinar UVB dapat membantu kulit membuat vitamin D3 yang penting untuk kesehatan otot dan tulang.
Dokter Stefanie dari tim dokter Jovee juga menambahkan,”Walaupun sinar UVB dapat membantu meningkatkan pembentukkan vitamin D3 dalam tubuh yang baik untuk kesehatan otot dan tulang, paparan terhadap sinar UVB yang diperbolehkan hanya pada waktu yang tepat dan dalam durasi yang singkat.”
Selain itu, kedua sinar ini juga digunakan dalam terapi cahaya fototerapi. Terapi cahaya dapat menangani beberapa penyakit, seperti vitiligo, psoriasis, eksim, dan rakitis.
Bahaya sinar UVA dan UVB
Dilansir dari WebMD, berikut ini beberapa dampak yang dihasilkan dari sinar UVA dan UVB.
• Penuaan dini. UVA telah dikaitkan dengan penuaan kulit karena dapat menembus ke lapisan kulit yang lebih dalam. Tanda umum dari penuaan dini akibat UVA yakni munculnya kerutan dan garis halus di kulit.
• Kanker kulit dan hiperpigmentasi. Sinar UVA dapat membuat kulit menjadi kecokelatan. Hiperpigmentasi adalah cara tubuh melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UVA. Selain itu, paparan kedua sinar UV ini juga meningkatkan potensi kanker kulit.
• Kulit terbakar (sunburn). Sinar UVB merusak lapisan terluar kulit, yang menyebabkan kerusakan berupa kemerahan atau sunburn.
• Kulit melepuh. Saat panas terik, kedua sinar UV ini dapat membuat kulit melepuh dan mengelupas. Kondisi ini biasanya terasa menyengat dan perih yang tidak nyaman.
Cara mencegah efek sinar UVA dan UVB
Agar kesehatan kulit dapat terjaga, penting untuk melindungi diri dari sinar matahari. Terlebih lagi jika kamu punya banyak aktivitas di luar ruangan. Berikut sejumlah tips yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi dampak sinar UV.
• Gunakan sunscreen minimal SPF 30. Pilih sunscreen yang menawarkan broad-spectrum protection. Hal ini berarti sunscreen memiliki kemampuan untuk memblokir sinar UVA dan UVB, seperti Azarine Hydrasoothe Sunscreen Gel SPF45 PA++++ - 50ml - Tabir Surya - JOVEE (Rp 56.682)
• Pakai baju tertutup. Baju dapat memberikan perlindungan dari sinar UV terutama di siang hari.
• Hindari keluar ruangan di siang hari. Paparan sinar matahari terbaik untuk menghasilkan vitamin D adalah pada jam 10 pagi dan 3 sore (± 15 menit) di kulit yang dapat bertahan dua kali lebih lama di dalam darah, jika dibandingkan dengan vitamin D yang kita konsumsi.
• Gunakan topi atau payung saat bepergian ke luar
• Gunakan kacamata hitam. Untuk melindungi mata dan area kulit mata dari sinar matahari.
Itulah perbedaan sinar UVA dan UVB yang perlu kamu ketahui. Gunakan sunscreen dan jangan lupa aplikasikan ulang setiap 2 hingga 3 jam sekali untuk melindungi kulit. Ingin tahu tips dan informasi kesehatan lainnya? Simak selengkapnya di Jovee, pusat vitamin harian personalmu.
Sumber : https://jovee.id/perbedaan-uva-uvb-dan-bahayanya-bagi-kulit/
No comments:
Post a Comment